Bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan umrah, suasana di Tanah Suci bisa terasa sangat berbeda dari masjid-masjid di Indonesia. Jumlah jamaah yang sangat banyak, kebiasaan ibadah yang tidak umum, hingga aturan atau kebiasaan khusus sering kali membuat kaget jika belum dipahami sejak awal. Agar ibadah lebih tenang, nyaman, dan khusyuk, berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui.
1. Adzan Subuh Dilakukan Dua Kali
Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, adzan Subuh dikumandangkan dua kali.
Adzan pertama menandakan waktu tahajud dan sahur, sedangkan adzan kedua adalah tanda dimulainya shalat Subuh berjamaah. Jadi, jangan heran jika mendengar adzan Subuh namun shalat belum langsung dimulai.
2. Shalat Jenazah Dilaksanakan Setiap Selesai Shalat Fardhu
Hampir setiap selesai shalat fardhu, imam akan langsung mengumumkan dan melaksanakan shalat jenazah. Jamaah dianjurkan ikut karena pahalanya sangat besar, bahkan disebut setara dengan 1 qirath.
3. Shalat Jum’at Sangat Ramai
Shalat Jum’at di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi jauh lebih padat dari hari biasa. Jamaah dianjurkan datang lebih awal, bahkan hingga 1–2 jam sebelum waktu Jum’at, agar mendapatkan tempat dan tidak kelelahan.
4. Wanita Boleh Mengikuti Shalat Jum’at
Berbeda dengan kebiasaan di Indonesia, wanita diperbolehkan ikut shalat Jum’at di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Disediakan area khusus wanita yang sangat luas, sehingga tidak perlu ragu untuk ikut berjamaah.
5. Ada Sujud Tilawah Saat Subuh Hari Jum’at
Pada shalat Subuh hari Jum’at, sering kali imam membaca ayat sajdah di rakaat pertama. Saat itu, makmum langsung sujud tilawah tanpa ruku’. Bagi yang belum tahu, hal ini sering membuat kaget, jadi penting untuk bersiap secara mental.
6. Masuk Masjidil Haram Langsung Niat Thawaf
Jika masuk Masjidil Haram dengan tujuan thawaf, maka tidak perlu shalat tahiyatul masjid. Thawaf sudah menjadi pengganti tahiyatul masjid, sehingga jamaah bisa langsung menuju area Ka’bah.
7. Tidak Ada Waktu Terlarang Shalat di Masjidil Haram
Di Masjidil Haram, jamaah boleh melakukan shalat sunnah kapan saja, termasuk di waktu yang biasanya terlarang. Meski demikian, tetap dianjurkan menjaga kondisi fisik agar tidak kelelahan.
8. Niatkan I’tikaf Setiap Masuk Masjid
Dianjurkan untuk meniatkan i’tikaf setiap kali masuk masjid, meskipun hanya sebentar. Dengan niat ini, setiap waktu menunggu shalat atau duduk di masjid bernilai ibadah.
9. Tersedia Jalur Kursi Roda dan Lansia
Bagi jamaah lansia atau berkebutuhan khusus, tersedia jalur kursi roda dan kendaraan listrik di area Masjidil Haram. Pendampingan juga tersedia, sehingga tidak perlu khawatir soal akses ibadah.
10. Laki-laki Wajib Berihram di Area Ka’bah
Untuk jamaah laki-laki, wajib mengenakan pakaian ihram saat memasuki area Ka’bah untuk thawaf. Jika belum berihram, jamaah tidak diperkenankan masuk ke area tersebut.
Memahami kebiasaan dan aturan ibadah di Tanah Suci sejak awal akan membantu jamaah menjalani umrah dengan lebih tenang dan tidak mudah kaget. Semoga dengan bekal ilmu ini, ibadah umrah menjadi lebih khusyuk, nyaman, dan penuh keberkahan.