5 Fasilitas Gratis di Masjidil Haram yang Wajib Diketahui Jamaah

Tahukah Anda? Ada beberapa fasilitas gratis di Masjidil Haram yang bisa membuat ibadah menjadi jauh lebih nyaman.

Bagi jamaah yang baru pertama kali berkunjung ke Masjidil Haram, perhatian biasanya langsung tertuju pada Ka'bah, Masjidil Haram yang begitu luas, serta rangkaian ibadah seperti salat, tawaf, dan sa'i.

Namun, di balik kemegahan Masjidil Haram, terdapat berbagai fasilitas pelayanan jamaah yang mungkin belum banyak diketahui.

Menariknya, beberapa fasilitas tersebut sangat sederhana, tetapi manfaatnya besar. Mulai dari tempat menyimpan tas, gelang pengaman untuk anak, akses membaca Al-Qur'an dan tafsir dalam berbagai bahasa, hingga fasilitas kursi roda dan pengisian daya perangkat.

Fasilitas-fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memberikan kemudahan kepada para tamu Allah agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.

Berikut 5 fasilitas umum di Masjidil Haram yang sebaiknya Anda ketahui sebelum berangkat umrah atau haji.


1. Penitipan Tas dan Luggage Gratis

Membawa tas atau barang bawaan ketika hendak beribadah di Masjidil Haram tentu bisa cukup merepotkan.

Apalagi ketika jamaah ingin melaksanakan tawaf atau sa'i. Membawa barang dalam jumlah banyak dapat membuat pergerakan menjadi kurang leluasa.

Kabar baiknya, tersedia layanan penitipan barang atau luggage storage bagi jamaah.

Layanan ini memungkinkan jamaah menitipkan barang di lokasi yang telah disediakan sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman tanpa harus terus membawa barang bawaan.

Lokasi dapat ditemukan di Gate 64 : Shubaikah Bridge Bagian Barat

Bahkan, otoritas Masjidil Haram melaporkan bahwa 114.185 orang memanfaatkan layanan penitipan bagasi gratis selama Ramadan 2026. Layanan tersebut menjadi bagian dari sistem pelayanan yang dirancang untuk membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan tenang.

Layanan penitipan bagasi ini juga bukan sekadar tempat menaruh barang. Sistem penyimpanan dikelola dengan prosedur penerimaan, pencatatan, penyimpanan, hingga pengambilan kembali barang untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Pada periode tertentu, ketentuan layanan dapat berbeda, seperti lokasi penitipan, durasi penyimpanan, jenis barang yang diterima, dan batas berat.

Jadi, jangan membawa barang terlalu banyak ketika ingin beribadah di Masjidil Haram. Manfaatkan fasilitas penitipan yang tersedia sesuai ketentuan yang berlaku.



2. Gelang Anak untuk Membantu Mencegah Anak Terpisah dari Orang Tua

Pergi ke Masjidil Haram bersama anak tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Namun, ada satu hal yang tidak boleh diremehkan: risiko anak terpisah dari orang tua di tengah keramaian.

Bayangkan jutaan jamaah bergerak dalam area yang sangat luas. Anak yang hanya berjalan beberapa langkah menjauh saja bisa membuat orang tua panik.

Karena itu, tersedia gelang pengaman untuk anak yang berisi informasi penting seperti identitas dan nomor kontak orang tua.

Menurut Saudi Press Agency, gelang tersebut juga dilengkapi QR code yang dapat memuat informasi dalam beberapa bahasa. Tujuannya adalah membantu petugas mengidentifikasi anak dan mempercepat proses mempertemukan kembali anak dengan orang tuanya apabila mereka terpisah.

Fasilitas ini menjadi sangat bermanfaat terutama ketika:

  • membawa anak kecil;
  • berada di tengah kerumunan jamaah;
  • melaksanakan ibadah pada waktu yang sangat ramai;
  • atau bepergian bersama keluarga besar.

Lokasi dapat ditemukan di Gate 1 King Abdulaziz Gate dan  Gate 79 King Fahd Gate.

Tips: jika membawa anak ke Masjidil Haram, selain menggunakan gelang identitas, ajarkan anak untuk mengenali orang berseragam petugas dan jangan pergi mencari orang tua sendirian apabila tersesat.

Satu langkah kecil bisa memberikan ketenangan yang besar bagi orang tua.



3. Tafsir Al-Qur'an Multibahasa Gratis

Masjidil Haram bukan hanya tempat untuk melaksanakan salat dan tawaf.

Bagi banyak jamaah, berada di Baitullah juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an, memahami maknanya, dan memperdalam ilmu agama.

Salah satu fasilitas menarik yang mungkin belum banyak diketahui adalah tersedianya materi Al-Qur'an dan tafsir dalam berbagai bahasa yang dapat diakses oleh para pengunjung.

Salah satu materi yang tersedia adalah Tafsir Al-Muyassar, yang membantu pembaca memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an dengan penjelasan yang lebih mudah dipahami.

Layanan resmi Al-Haramain juga menyediakan sumber-sumber keagamaan bagi pengunjung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Melayu, Inggris, Arab, Urdu, Turki, Prancis, Mandarin, dan sejumlah bahasa lainnya.

Ini tentu menjadi fasilitas yang sangat berarti bagi jamaah dari berbagai negara.

Bayangkan, setelah selesai salat, Anda tidak hanya membaca Al-Qur'an, tetapi juga dapat meluangkan waktu untuk memahami pesan dari ayat yang dibaca.

Lokasi ada di : Area Gate 74 dan Gate 79 King Fadh Gate

Karena ibadah bukan hanya tentang memperbanyak bacaan, tetapi juga tentang menghadirkan hati dan memahami maknanya.



4. Penyewaan Kursi Roda Gratis

Bagi jamaah lansia atau jamaah yang memiliki keterbatasan dalam berjalan, perjalanan menuju Masjidil Haram dan pelaksanaan ibadah dapat menjadi tantangan tersendiri.

Jarak yang jauh, luasnya kawasan masjid, serta aktivitas tawaf dan sa'i membutuhkan stamina yang tidak sedikit.

Karena itu, tersedia layanan kursi roda gratis di area Masjidil Haram untuk membantu jamaah yang membutuhkan.

Otoritas Masjidil Haram menyatakan bahwa layanan kursi roda gratis tersedia 24 jam di area-area tertentu. Selain kursi roda, tersedia pula berbagai layanan mobilitas untuk membantu jamaah lansia dan penyandang disabilitas.

Pada informasi resmi lainnya, otoritas juga menyebutkan ketersediaan kursi roda manual dan elektrik di berbagai lokasi di sekitar Masjidil Haram.

Fasilitas ini menjadi pengingat penting bahwa jamaah tidak perlu memaksakan kondisi fisik demi menyelesaikan ibadah dengan berjalan kaki.

Jika tubuh membutuhkan bantuan, manfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

Karena tujuan utama perjalanan ke Baitullah bukan untuk menguji seberapa kuat kita berjalan, tetapi untuk beribadah dengan sebaik-baiknya.

Fasilitas dapat ditemukan di Plaza Point dekat Shubaikha Bridge. Titik akses dekat tempat sa’i (area Mas’a)



5. Peminjaman Power Bank atau Charger Gratis

Di zaman sekarang, smartphone bukan lagi sekadar alat komunikasi.

Ketika berada di Tanah Suci, smartphone dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan perjalanan dan ibadah, seperti komunikasi dengan keluarga, mengakses aplikasi perjalanan, mencari informasi, menggunakan peta, hingga mengakses layanan digital.

Karena itu, baterai smartphone yang habis bisa menjadi masalah yang cukup merepotkan.

Menariknya, terdapat pula fasilitas pengisian daya atau peminjaman perangkat charger/power bank yang dapat membantu jamaah tetap terhubung ketika berada di kawasan Masjidil Haram.

Fasilitas charging memang menjadi bagian dari berbagai layanan pendukung yang dikembangkan di kawasan dua masjid suci. Dalam layanan untuk jamaah yang melakukan i'tikaf di Masjid Nabawi, misalnya, otoritas juga mencantumkan charging stations untuk perangkat elektronik sebagai salah satu fasilitas pelayanan.

Untuk fasilitas tertentu, ketersediaan, lokasi, mekanisme peminjaman, dan aturan penggunaannya dapat berubah sesuai periode dan kebijakan operasional. Karena itu, jamaah sebaiknya mengikuti petunjuk dan informasi terbaru di lokasi.

lokasi ada di Gate 79 Lantai 1: King Fadh Gate, Gate 86  : King Fadh Gate, Gate 100 : King Abdullah Gate

Namun prinsipnya sama: fasilitas seperti ini hadir untuk membantu jamaah tetap dapat menggunakan perangkat digital yang dibutuhkan selama perjalanan ibadah.