Sahabat GohalalGo, menunaikan ibadah umroh atau haji merupakan anugerah besar bagi setiap Muslim. Kesempatan berada di Tanah Suci—Makkah dan Madinah—adalah waktu yang sangat berharga, karena di sanalah pahala dilipatgandakan dan doa lebih mustajab. Oleh karena itu, jamaah dianjurkan untuk memaksimalkan waktu dengan amalan-amalan utama dan tidak larut hanya dalam aktivitas duniawi seperti berbelanja atau jalan-jalan.

Disadur dan dirangkum dari berbagai sumber kajian dan artikel keislaman, serta disesuaikan dengan poin-poin amalan penting yang sering dianjurkan para pembimbing ibadah.


1. Memperbanyak Ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ? menjelaskan bahwa shalat di Masjidil Haram bernilai 100.000 kali shalat, sedangkan shalat di Masjid Nabawi bernilai 1.000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid lain (kecuali Masjidil Haram).

Karena itu, selama berada di Tanah Suci, jamaah sangat dianjurkan untuk:

  • Menjaga shalat fardhu berjamaah di masjid

  • Memperbanyak shalat sunnah

  • Datang lebih awal dan pulang lebih akhir agar waktu di masjid lebih maksimal

Mengurangi aktivitas di luar masjid tanpa keperluan mendesak merupakan salah satu cara menjaga fokus ibadah.


2. Memperbanyak Doa di Tempat-Tempat Mustajab

Tanah Suci memiliki banyak lokasi yang dikenal sebagai tempat mustajab doa. Sayangnya, tidak sedikit jamaah yang melewati tempat-tempat ini dengan tergesa-gesa atau lupa memanjatkan doa.

Beberapa tempat mustajab yang dianjurkan untuk memperbanyak doa antara lain:

  • Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)

  • Hijr Ismail

  • Di belakang Maqam Ibrahim

  • Raudhah di Masjid Nabawi

  • Saat minum air Zamzam

Luangkan waktu sejenak untuk berdoa dengan khusyuk, memohon kebaikan dunia dan akhirat.


3. Menjaga Waktu dengan Membaca Al-Qur’an dan Dzikir

Salah satu amalan paling utama di Tanah Suci adalah memperbanyak tilawah Al-Qur’an dan dzikir. Setiap huruf Al-Qur’an bernilai pahala, dan membacanya di tanah suci menjadi lebih utama.

Beberapa amalan yang bisa dilakukan:

  • Membaca Al-Qur’an setelah shalat

  • Memperbanyak dzikir pagi dan petang

  • Memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, dan shalawat

Amalan ini membantu jamaah menjaga hati tetap tenang, fokus, dan dekat dengan Allah.


4. Menyiapkan Doa-Doa Khusus

Agar tidak lupa, jamaah dianjurkan untuk menulis atau menghafal doa-doa khusus sebelum berangkat ke Tanah Suci. Terutama saat sepertiga malam, setelah shalat hajat atau shalat malam, doa-doa tersebut dapat dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan.

Doa-doa yang sebaiknya dipersiapkan meliputi:

  • Doa untuk diri sendiri

  • Doa untuk orang tua

  • Doa untuk pasangan, anak, dan keluarga

  • Doa untuk kerabat dan kaum Muslimin

Dengan persiapan ini, waktu-waktu mustajab dapat dimanfaatkan secara optimal.


5. Melaksanakan Sunnah-Sunnah Umroh

Selain rukun dan wajib umroh, terdapat sunnah-sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan karena menambah kesempurnaan ibadah.

Beberapa sunnah umroh yang sebaiknya tidak ditinggalkan:

  • Mandi ihram sebelum berniat

  • Shalat sunnah ihram

  • Memperbanyak bacaan talbiyah

  • Memperbanyak doa saat sa’i di Shafa dan Marwa

Menghidupkan sunnah-sunnah ini bukan hanya menambah pahala, tetapi juga meneladani Rasulullah dalam beribadah.



6. Menuntaskan Ibadah-Ibadah Sunnah

Kesempatan berada di Masjidil Haram adalah nikmat besar yang jarang terulang. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memaksimalkannya dengan ibadah sunnah seperti shalat tahajud, shalat hajat, dan shalat sunnah rawatib. Ibadah-ibadah ini menjadi pelengkap ibadah wajib sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih personal. Menunaikannya di Masjidil Haram, dengan keutamaan pahala yang berlipat, menjadikan umrah bukan hanya sah secara rukun, tetapi juga kaya secara spiritual.


7. Selalu Menjaga Adab dan Kekhusyukan

Ibadah umrah bukan sekadar rangkaian aktivitas fisik, tetapi momen spiritual yang menuntut kehadiran hati. Mengurangi foto-foto saat thawaf dan sa’i membantu jamaah lebih fokus pada dzikir, doa, dan kesadaran bahwa sedang berada di hadapan Allah. Terlalu sibuk dengan ponsel—terutama untuk hal yang tidak berkaitan dengan ibadah—dapat menghilangkan kekhusyukan dan makna ibadah itu sendiri. Menjaga adab juga berarti menghormati jamaah lain, tidak mengganggu alur ibadah, serta menempatkan niat ibadah di atas dokumentasi pribadi.


Kesempatan berada di Tanah Suci adalah momen yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Oleh karena itu, setiap jamaah hendaknya memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah, doa, dzikir, dan amal sunnah.

Dengan niat yang ikhlas dan usaha memaksimalkan amalan, semoga ibadah umroh atau haji yang dijalani menjadi ibadah yang mabrur, penuh berkah, dan membawa perubahan positif dalam kehidupan setelah kembali ke tanah air.

Semoga Allah menerima setiap amal ibadah kita. Aamiin.


Untuk memudahkan sahabat pergi ke Tanah Suci dalam pemilihan Travel Perjalanan, bisa mendownload aplikasi GohalalGo di Play Store atau Apple Store.


Zahra - Asisten Virtual